Plagiator Nekad

Beberapa hari (2 mingguan) nggak sempat menyediakan waktu untuk blog walking ternyata membuat saya benar benar ketinggalan kereta berita.

Baru hari ini saya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam .. err .. ke situs blog salah seorang mbah blogger indonesia dan tertarik dengan artikel yang ditulisnya. Woww .. si Mbah menerbitkan sebuah buku!!! Dan seperti kebanyakan orang, saya toh akhirnya harus ‘ngenes’ sendiri karena tertipu mentah mentah dengan gaya bahasa si Mbah, so ceritanya bukan dia yang sedang mempromosikan buku tapi berkeluh kesah curhat karena konten blognya ‘digarong’ orang lain dan diterbitkan menjadi sebuah buku untuk dijual ke publik.

Mungkin saja ceritanya bakal tidak terdengar jika si Mbah nggak meminta pendapat di salah satu forum diskusi, atau si penggarong aka plagiator mungkin saja masih bisa tidur nyenyak dan selamat dari rasa malu jika para simpatisan yang tersebar di mana mana tidak ikut ikutan meradang.

OK deh! Nggak mau nulis panjang panjang .. saya cuma heran, mengapa si plagiator tidak mau berpikir panjang sebelum dia melakukan hal itu?

Mungkin saja pikirnya “Tidak ada yang bakalan tahu”? Waduh alanngkah tololnya untuk seseorang yang mengaku berpendidikan di salah satu Universitas terkenal Indonesia ini! Anda sedang berada di Internet, bung! Bukan sekedar sebuah jaringan (LAN) yang usernya cuma segelintir orang. Jangankan menjiplak konten berbahasa Indonesia .. lha wong menjiplak secara halus (terjemah) konten berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan kemudian diaku aku sebagai hasil karya pribadi aja bisa ketahuan.

Hal ini mungkin akan menjadi pelajaran bagi setiap orang termasuk saya untuk menghargai hasil pemikiran atau ide orang lain .. Honor Whom Honor Is Due (sumpah ini bukan quote milik saya, tapi sumpah juga saya lupa ini quote milik siapa)

Dan juga yang jelas HARUS menjadi pelajaran bagi perusahaan penerbit untuk tidak asal menerbitkan sebuah buku hanya gara gara melihat gelar atau catatan akademis sang penulis.

Well, seperti kata salah seorang rekan blogger, kita lihat saja perkembangannya!

Apakah si plagiator bakalan minta maaf secara terbuka? apakah perusahaan penerbit akan menarik buku tersebut dari peredaran? ataukah si Mbah Blogger akan ikhlas hasil karyanya dijual orang lain untuk keuntungan pribadi?

PS: Btw, sindiran yang ini bagus juga & buat para perancang UU ITE .. nih kasus nyata buat ngetest UU rancangan ente! :P

—–

Para simpatisan bisa ditemui di sini, di situ, di sana, en di mana mana *mbuh ah .. ngantuk* :P


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

6 Responses to “Plagiator Nekad”

  1. Menunggu apa kata simpatisan Fajar YS… monggo mas Kandil comment .. :)

    [Reply]

  2. maaf apabila saya telah membuat anda ‘ngenes’ :D

    [Reply]

  3. kasian ya dikeroyok blogger. bisa gak muncul keperedaran untuk waktu lama nih.

    [Reply]

  4. haduh .. master2 e teko nang kene, ampun masters! maap gak ada suguhan kopi plus rokoknya .. lha bokek jee .. hehhehe

    [Reply]

  5. Gimana ya kabarnya mas Fajar, kapan2 tanya anak ilkom ahh :D

    [Reply]

  6. Wah seneng yo Mas ditekani Master Master adsense…Kapan aku di dhayohi Master Koyo Cosa Cak Wid

    [Reply]

Leave a Reply